SYAIR
ANAK DURHAKA
Oleh: Anah
Mutaslimah
Babak 1 : Pembukaan syair memakai bacaan bassmalah
Memulai kata dengan bismillah
Salam diiring jari besembah
Sebagai pengawal sebuah kisah
Kisah yang sarat akan petuah
Babak 2 : Memberikan
nasihat dan petuah kepada anak agar menjauhi sifat durhaka dan memberikan
gambaran bagi yang berbuat durhaka
Wahai anak pemuda bangsa
Sopan santun hendaklah dijaga
Hormat taat pada orang tua
Jauhkan diri dari sifat durhaka
Durhaka itu pasal bala bencana
Masuk neraka disitulah bermula
Di dunia hidup terasa hina
Di akhirat siksa tiada terkira
Babak 3: Menyampaikan sebuah kisah tentang anak durhaka, agar
cerita syair lebih bermakna dan mengena kepada hati pembaca
Ini bukan bualan belaka
Ini petuah benar adanya
Ada kisah yang mengiringnya
Dedap durhaka judul kisahnya
Babak 4: Permulaan kisah hidup si dedap durhaka
Semasa dahulu di selat bengkalis
Sebuah keluarga hidup tragis
Hati mengiba mata menangis
Hidup miskin laksana pengemis
Keluarga Dedap ternyata kiranya
Untungnya orang tua masih berpunya
Hanya harta yang tak ada
Namun itulah awalnya petaka
Babak 5:
Bermula dari hidupnya yang kacau akibat faktor ekonomi, si Dedap pun hendak
merantau
Ditengah hidupnya yang kacau
Dedap berniat hendak merantau
Merantau jauh ke seberang pulau
Kedua orang tua merasa risau
Babak 6: Ibu
dedap yang sangat saying pada anaknya, membawakan Dedap bekal, yaitu pais dedak
dan panggang keluang.
Pais dedak panggang keluang
Bekal si Dedap pergi berjuang
Berjuang hidup di rantau orang
Setiap hari membanting tulang
Babak 7:
Setelah sekian lama merantau, akhirnya si Dedap pun menjadi orang kaya.
Tidak terasa kayalah sudah
Si dedap banyak beroleh berkah
Sekian lama hidup bersusah
Kini tak lagi di pandang rendah
Babak 8:
Setelah kaya, Dedap mempersunting seorang istri, namun ia mulai melupakan kedua
orang tuanya di kampong.
Harta dapat istripun dapat
Si Dedap hidup dengan semangat
Kepada harta terlalu terpikat
Pada orang tua tidaklah ingat
Babak 9: Pada
saat Dedap bertemu dengan orang tuanya, ia merasa malu dan lupa pada asalnya
dahulu, hingga ia tidak mau mengakui kedua orang tuanya itu.
Dedap durhaka anak celaka
Tidak ingat pada asalnya
Pada ibu bapak ia durhaka
Tidak mengaku sebagai anaknya
Babak 10: Sang
Ibu yang merasa sakit hati pun akhirnya mengucapkan sumpah kutukan. Sehingga
kapal kekayaan Dedap berubah menjadi sebuah pulau.
Terucaplah sumpah ibu kandungnya
Turunlah angin begitu kencangnya
Hancurkan segala harta bendanya
Hingga hilang tiada bersisa
Disitulah pulau tiba-tiba ada
Pulau Dedap orang menyebutnya
Pulau terbentuk dari kapalnya
Kapal si Dedap anak durhaka
Babak 11: Nasehat penutup pengiring cerita dedap
Jagalah ucapan saat berkata
Janganlah lengah hanya karena harta
Pada orang tua sampai lupa
Itulah
kisah si anak durhaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar