Kamis, 01 Mei 2014

Syair Anak Durhaka

Selaen pandai bepantun, orang Melayu juge pandai bersayir. Nah, sebab itu makenye saye dapat tugas dari dosen saye tuk buat Syair Anak Durhake sewaktu saye semester 5. Inilah syair saye waktu tu. Semoge dapat jadi referensi saudare semuenye. Syair ini saye angkat dari cerite Dedap Durhake.



SYAIR ANAK DURHAKA
Oleh: Anah Mutaslimah

Babak 1 : Pembukaan syair memakai bacaan bassmalah
Memulai kata dengan bismillah
Salam diiring jari besembah
Sebagai pengawal sebuah kisah
Kisah yang sarat akan petuah

Babak 2 : Memberikan nasihat dan petuah kepada anak agar menjauhi sifat durhaka dan memberikan gambaran bagi yang berbuat durhaka
Wahai anak pemuda bangsa
Sopan santun hendaklah dijaga
Hormat taat pada orang tua
Jauhkan diri dari sifat durhaka

Durhaka itu pasal bala bencana
Masuk neraka disitulah bermula
Di dunia hidup terasa hina
Di akhirat siksa tiada terkira

Babak 3: Menyampaikan sebuah kisah tentang anak durhaka, agar cerita syair lebih bermakna dan mengena kepada hati pembaca
Ini bukan bualan belaka
Ini petuah benar adanya
Ada kisah yang mengiringnya
Dedap durhaka judul kisahnya


Babak 4: Permulaan kisah hidup si dedap durhaka
Semasa dahulu di selat bengkalis
Sebuah keluarga hidup tragis
Hati mengiba mata menangis
Hidup miskin laksana pengemis

Keluarga Dedap ternyata kiranya
Untungnya orang tua masih berpunya
Hanya harta yang tak ada
Namun itulah awalnya petaka

Babak 5: Bermula dari hidupnya yang kacau akibat faktor ekonomi, si Dedap pun hendak merantau
Ditengah hidupnya yang kacau
Dedap berniat hendak merantau
Merantau jauh ke seberang pulau
Kedua orang tua merasa risau

Babak 6: Ibu dedap yang sangat saying pada anaknya, membawakan Dedap bekal, yaitu pais dedak dan panggang keluang.
Pais dedak panggang keluang
Bekal si Dedap pergi berjuang
Berjuang hidup di rantau orang
Setiap hari membanting tulang

Babak 7: Setelah sekian lama merantau, akhirnya si Dedap pun menjadi orang kaya.
Tidak terasa kayalah sudah
Si dedap banyak beroleh berkah
Sekian lama hidup bersusah
Kini tak lagi di pandang rendah

Babak 8: Setelah kaya, Dedap mempersunting seorang istri, namun ia mulai melupakan kedua orang tuanya di kampong.
Harta dapat istripun dapat
Si Dedap hidup dengan semangat
Kepada harta terlalu terpikat
Pada orang tua tidaklah ingat

Babak 9: Pada saat Dedap bertemu dengan orang tuanya, ia merasa malu dan lupa pada asalnya dahulu, hingga ia tidak mau mengakui kedua orang tuanya itu.
Dedap durhaka anak celaka
Tidak ingat pada asalnya
Pada ibu bapak ia durhaka
Tidak mengaku sebagai anaknya

Babak 10: Sang Ibu yang merasa sakit hati pun akhirnya mengucapkan sumpah kutukan. Sehingga kapal kekayaan Dedap berubah menjadi sebuah pulau.
Terucaplah sumpah ibu kandungnya
Turunlah angin begitu kencangnya
Hancurkan segala harta bendanya
Hingga hilang tiada bersisa

Disitulah pulau tiba-tiba ada
Pulau Dedap orang menyebutnya
Pulau terbentuk dari kapalnya
Kapal si Dedap anak durhaka

Babak 11: Nasehat penutup pengiring cerita dedap
Jagalah ucapan saat berkata
Janganlah lengah hanya karena harta
Pada orang tua sampai lupa
Itulah kisah si anak durhaka


Tidak ada komentar:

Posting Komentar