![]() |
Ilustrasi kompas.com |
Kesetiaan Pun Dituntut
Judul : ”Langit
Masih Biru”
Pengarang : Rina Mahfuzah Nst
Sumber : Republika,
Ahad, 8 April 2008
Kehidupan
dalam sebuah rumah tangga memang selalu diwarnai oleh berbagai kejadian atau peristiwa.
Mulai dari peristiwa yang membuat anggota keluarga bahagia sampai peristiwa
yang bisa membuat keutuhan rumah tangga tersebut terancam bubar. Tentunya setiap
orang tidak menginginkan peristiwa yang buruk terjadi dalam kehidupan mereka. Semua
orang ingin merasakan kehidupan yang bahagia. Namun apalah daya, manusia hanya
bisa berencana, dan yang mengatur semua adalah Yang Maha Kuasa. Tinggal bagaimana
manusia tersebut menyikapi jika hal demikian terjadi. Itulah kiranya yang melatarbelakangi
Rina Mahfuzah Nst menulis cerpen berjudul Langit Masih Biru.
Kesetiaan
Seorang Istri
Langit Masih Biru, cerpen yang disajikan oleh Rina Mahfuzah Nst. mengisahkan tentang
kesetiaan dan ketegaran seorang istri yang begitu besar pada suaminya. Sofiya namanya,
ia adalah seorang gadis yang baru saja menikah. Suaminya bernama Panji, ia
bekerja disebuah bank pemerintah dan menjabat sebagai seorang branch manager.
Pada awal pernikahan, kehidupan Sofiya
dan suaminya berjalan lancar dan boleh dikatakan bahagia. Kebahagiaan itu
semakin lengkap ketika mereka dikaruniai seorang anak.
Kemudian,
seiring berjalannya waktu, konflik mulai muncul. Sofiya merasakan adanya perubahan
sikap suaminya. Tidak hanya pada dirinya, tetapi juga kepada orang tuanya.
Panji yang awalnya selalu menuruti permintaannya kini mulai pelit. Ia juga
tidak peduli lagi pada orang tua Sofiya. Namun Sofiya tidak pernah
mempermasalahkan itu, walaupun Panji tidak pernah memberikan penjelasan apapun
mengenai perubahan sikapnya itu, ia hanya diam dan diam.
Puncaknya, sebuah kenyataan yang membuat tokoh Sofia terpukul hebat.
Panji suaminya, terkena kasus pembobolan mesin ATM di bank tempatnya bekerja
dan divonis hukuman penjara selama enam tahun. Kemudian ditambah lagi dengan
sebuah kebenaran yang diungkapkan oleh orang ibu Sofiya tentang prilaku Panji
yang menyebabkan airmata ibunya tersebut menetes. Namun, berkat dorongan dari
kedua orang tuanya dan juga kecintaan serta kesetiaannya pada suami, Sofiya
bisa menguasai diri untuk bangkit dan tegar. Cinta pada suaminya tidak pernah
berubah, seperti langit yang masih tetap
berwarna biru.
Sebuah
Realitas Kehidupan
Kisah
yang dialami oleh tokoh Sofiya ini memang sering terjadi dalam kehidupan nyata.
Tidak pandang bulu, mulai dari keluarga kalangan atas sampai pula kalangan
bawah, semuanya bisa mengalami peristiwa tersebut. Banyak faktor yang bisa menjadi
pemicu peristiwa tersebut terjadi, bisa itu karena faktor ekonomi, sosial, ataupun
budaya.
Perilaku
mengaitkan karya sastra dengan kenyataan atau realitas, hal itulah kiranya yang
dilakukan oleh Rina Mahfuzah Nst. Mendapatkan inspirasi dari realitas kehidupan
kemudian diolah menjadi sebuah karya sastra. Bisa jadi peristiwa yang
diceritakan dalam cerpen berjudul Langit Masih Biru adalah kisahnya
sendiri yang kemudian ia tuangkan kedalam bentuk sebuah karya sastra jenis
prosa, khususnya yaitu cerpen. Namun bisa juga merupakan sebuah tiruan dari peristiwa
yang terjadi dilingkungannya.
Dalam
cerpennya ini Rina Mahfuzah Nst dengan sengaja menggunakan sudut pandang orang
pertama tunggal pada tokoh utamanya dengan tujuan agar kesan yang didapat
sesuai dengan apa yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh Aku
yang bernama Sofiya dengan gamblang menceritakan liku-liku kehidupan rumah
tangganya, sehingga apa yang diceritakan seolah-olah memang benar terjadi
ataupun cermin dari sebuah realitas kehidupan.
Dari
segi penggunaan bahasa, bisa dikatakan Rina Mahfuzah Nst. adalah penulis yang
handal. Menggunakan kata-kata kiasan yang erat dengan nuansa kehidupan.
Misalnya saja dalam kutipan ”Langit memantulkan paras yang anggun, ketika
iring-iringan pengantin yang membawamu, sampai ke pintu rumahku. Seperti dua
gumpalan mega yang menyatu dilangit, aku dan kau bertemu di pelaminan, mengikat
janji sebagai sepasang suami istri”, dalam kehidupan nyata, istilah langit
memantulkan paras yang anggun, maka hal itu menandakan kondisi hari cerah. Sama
halnya dengan apa yang dirasakan oleh tokoh aku. Hal itu menggambarkan suasana
hati yang gembira dan bahagia.
Ada
hal yang menjadi poin penting dalam cerita ini, yaitu motivasi yang diberikan
oleh orang tua dari tokoh Aku (Sofia). Walaupun mereka telah mendapat perlakuan
yang tidak baik dari menantunya yaitu tokoh Panji, tetapi mereka tetap menyuruh
anaknya untuk tetap setia pada suaminya. Keadaan seperti ini sama persis dengan
kehidupan nyata. Dimana, orang tua itu selalu mengutamakan kebahagiaan anaknya.
Kemudian, seorang istri yang tetap setia pada suaminya, meskipun suaminya
dijebloskan kedalam penjara. Karena tidak jarang pada saat sekarang ini,
seoarng istri yang hanya mencari kesenangan dari suaminya saja, ketika suaminya
tertimpa masalah, sang istri justru meninggalkannya. Secara keseluruhan dapat
dikatakan bahwa cerpen ini memang merupakan cerpen yang menceritakan sebuah potret
dan realitas kehidupan. (Anah Mutaslimah)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar