Sabtu, 17 Mei 2014

Kritik Sastra I : Mimetik


Ilustrasi kompas.com

Kesetiaan Pun Dituntut

Judul               : ”Langit Masih Biru”
Pengarang       : Rina Mahfuzah Nst
Sumber           : Republika, Ahad, 8 April 2008

Kehidupan dalam sebuah rumah tangga memang selalu diwarnai oleh berbagai kejadian atau peristiwa. Mulai dari peristiwa yang membuat anggota keluarga bahagia sampai peristiwa yang bisa membuat keutuhan rumah tangga tersebut terancam bubar. Tentunya setiap orang tidak menginginkan peristiwa yang buruk terjadi dalam kehidupan mereka. Semua orang ingin merasakan kehidupan yang bahagia. Namun apalah daya, manusia hanya bisa berencana, dan yang mengatur semua adalah Yang Maha Kuasa. Tinggal bagaimana manusia tersebut menyikapi jika hal demikian terjadi. Itulah kiranya yang melatarbelakangi Rina Mahfuzah Nst menulis cerpen berjudul Langit Masih Biru.

Kesetiaan Seorang Istri
 Langit Masih Biru, cerpen yang disajikan oleh Rina Mahfuzah Nst. mengisahkan tentang kesetiaan dan ketegaran seorang istri yang begitu besar pada suaminya. Sofiya namanya, ia adalah seorang gadis yang baru saja menikah. Suaminya bernama Panji, ia bekerja disebuah bank pemerintah dan menjabat sebagai seorang branch manager. Pada awal pernikahan, kehidupan  Sofiya dan suaminya berjalan lancar dan boleh dikatakan bahagia. Kebahagiaan itu semakin lengkap ketika mereka dikaruniai seorang anak.
Kemudian, seiring berjalannya waktu, konflik mulai muncul. Sofiya merasakan adanya perubahan sikap suaminya. Tidak hanya pada dirinya, tetapi juga kepada orang tuanya. Panji yang awalnya selalu menuruti permintaannya kini mulai pelit. Ia juga tidak peduli lagi pada orang tua Sofiya. Namun Sofiya tidak pernah mempermasalahkan itu, walaupun Panji tidak pernah memberikan penjelasan apapun mengenai perubahan sikapnya itu, ia hanya diam dan diam.
Puncaknya, sebuah kenyataan yang membuat tokoh Sofia terpukul hebat. Panji suaminya, terkena kasus pembobolan mesin ATM di bank tempatnya bekerja dan divonis hukuman penjara selama enam tahun. Kemudian ditambah lagi dengan sebuah kebenaran yang diungkapkan oleh orang ibu Sofiya tentang prilaku Panji yang menyebabkan airmata ibunya tersebut menetes. Namun, berkat dorongan dari kedua orang tuanya dan juga kecintaan serta kesetiaannya pada suami, Sofiya bisa menguasai diri untuk bangkit dan tegar. Cinta pada suaminya tidak pernah berubah,  seperti langit yang masih tetap berwarna biru.
Sebuah Realitas Kehidupan
Kisah yang dialami oleh tokoh Sofiya ini memang sering terjadi dalam kehidupan nyata. Tidak pandang bulu, mulai dari keluarga kalangan atas sampai pula kalangan bawah, semuanya bisa mengalami peristiwa tersebut. Banyak faktor yang bisa menjadi pemicu peristiwa tersebut terjadi, bisa itu karena faktor ekonomi, sosial, ataupun budaya.
Perilaku mengaitkan karya sastra dengan kenyataan atau realitas, hal itulah kiranya yang dilakukan oleh Rina Mahfuzah Nst. Mendapatkan inspirasi dari realitas kehidupan kemudian diolah menjadi sebuah karya sastra. Bisa jadi peristiwa yang diceritakan dalam cerpen berjudul Langit Masih Biru adalah kisahnya sendiri yang kemudian ia tuangkan kedalam bentuk sebuah karya sastra jenis prosa, khususnya yaitu cerpen. Namun bisa juga merupakan sebuah tiruan dari peristiwa yang terjadi dilingkungannya.
Dalam cerpennya ini Rina Mahfuzah Nst dengan sengaja menggunakan sudut pandang orang pertama tunggal pada tokoh utamanya dengan tujuan agar kesan yang didapat sesuai dengan apa yang biasa terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh Aku yang bernama Sofiya dengan gamblang menceritakan liku-liku kehidupan rumah tangganya, sehingga apa yang diceritakan seolah-olah memang benar terjadi ataupun cermin dari sebuah realitas kehidupan.
Dari segi penggunaan bahasa, bisa dikatakan Rina Mahfuzah Nst. adalah penulis yang handal. Menggunakan kata-kata kiasan yang erat dengan nuansa kehidupan. Misalnya saja dalam kutipan ”Langit memantulkan paras yang anggun, ketika iring-iringan pengantin yang membawamu, sampai ke pintu rumahku. Seperti dua gumpalan mega yang menyatu dilangit, aku dan kau bertemu di pelaminan, mengikat janji sebagai sepasang suami istri”, dalam kehidupan nyata, istilah langit memantulkan paras yang anggun, maka hal itu menandakan kondisi hari cerah. Sama halnya dengan apa yang dirasakan oleh tokoh aku. Hal itu menggambarkan suasana hati yang gembira dan bahagia.

Ada hal yang menjadi poin penting dalam cerita ini, yaitu motivasi yang diberikan oleh orang tua dari tokoh Aku (Sofia). Walaupun mereka telah mendapat perlakuan yang tidak baik dari menantunya yaitu tokoh Panji, tetapi mereka tetap menyuruh anaknya untuk tetap setia pada suaminya. Keadaan seperti ini sama persis dengan kehidupan nyata. Dimana, orang tua itu selalu mengutamakan kebahagiaan anaknya. Kemudian, seorang istri yang tetap setia pada suaminya, meskipun suaminya dijebloskan kedalam penjara. Karena tidak jarang pada saat sekarang ini, seoarng istri yang hanya mencari kesenangan dari suaminya saja, ketika suaminya tertimpa masalah, sang istri justru meninggalkannya. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa cerpen ini memang merupakan cerpen yang menceritakan sebuah potret dan realitas kehidupan. (Anah Mutaslimah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar