A. Afiksasi
Kata
yang dibentuk dari kata lain pada umumnya mengalami tembahan bentuk pada kata
dasarnya. Proses pembentukan dan penambahan afiks pada kata dasar yang
sedemikian rupa disebut dengan afiksasi. Afiks adalah morfem terikat yang
digunakan untuk menurunkan kata (Alwi, 2003:31).
Afiks
ada 4 macam, yakni prefiks, sufiks, infiks dan konfiks. Afiks yang ditempatkan
di bagian muka suatu kata dasar disebut dengan prefiks atau awalan. Bentuknya
antara lain ber-, ter-, peng-, me-, dan se-. Apabila morfem
terikat tersebut terletak di belakang kata, maka namanya adalah prefiks atau
akhiran. Contoh –an, -kan, -i dan –nya. Infiks atau sisipan
adalah afiks yang diselipkan di tengah kata dasar. Bentuknya adalah -el-,
-em-, -er-, -in-. Sedangkan konfiks adalah gabungan antara prefix dan
sufiks yang membentuk suatu kesatuan. Misalnya ber-an, ke-an dan lain
sebagainya.
Bahasa
Sunda merupakan salah satu bahasa yang memiliki beberapa afiks. Adapun
afiks-afiks tersebut adalah sebagai berikut:
1. Prefiks
Nasal
Tabel
3
Indonesia
|
Sunda
|
Kalimat
|
Me(N)
+ Ayun
(Mengayun)
|
N
+ Ayun
(Ngayun)
|
•
Ngayun ade?.
(Mengayun adik)
|
Me(N)
+ Baca
(Membaca)
|
N
+ Baca
(Ngabaca?)
|
•
Nuju ngabaca buku?.
(Akan membaca buku)
|
Me(N)
+ Rusak
(Merusak)
|
N
+ Ruksak
(Ngaruksak)
|
•
Ngarusak kembang.
(Merusak bunga)
|
Me(N) + Cuci
(Mencuci)
|
N
+ Cuci
(Nyuci)
|
•
Nyuci baju.
(Mencuci baju)
|
Me(N)
+ Sayur
(Menyayur)
|
N
+ Sayur
(Nyayur)
|
•
Mamah nyayur bayem.
(Ibu menyaur bayam)
|
Me(N)
+ Siram
(Menyiram)
|
N
+ Siram
(Nyiram)
|
•
Nyiram papelakan.
(Menyiram tanaman)
|
Berdasarkan
tabel tersebut, dapat diketahui bahwa bahasa Sunda tidak memiliki awalan me-,
yang bahasa Sunda miliki hanyalah prefiks nasal. Setiap awalan me-
yang diikuti oleh konsonan dan tidak terjadi peleburan, maka dalam bahasa Sunda
awalan me- tersebut akan berubah menjadi prefiks nasal nga-. Contohnya
adalah membaca menjadi ngabaca. Konsonan b pada awal kata tidak
mengalami peleburan.
Sementara
itu, pada prefiks me- yang diikuti oleh konsonan dan konsonan tersebut
mengalami peleburan (hukum KPTS) serta awalan me- yang berubah menjadi men-,
maka dalam bahasa Sunda prefiks tersebut akan berubah menjadi ny-.
Contoh pada kata menyiram menjadi nyiram dan kata mencuci menjadi
nyuci.
2. Prefiks Ter-
Awalan ter- yang bermakna
‘ketidaksengajaan’ dalam bahasa Indonesia berubah menjadi awalan ka- dalam
bahasa Sunda. Berikut penulis sajikan beberapa contoh awalan ter- yang
berubah menjadi ka- dalam bahasa Sunda.
Tabel 4
Sunda
|
Indonesia
|
Kalimat
|
Ka+baca?
|
Terbaca
|
•
Kabaca ku jalmi (terbaca oleh orang)
|
Ka+jele?
|
Terlihat
|
•
Kajele ti imah abdi (terlihat dari
rumah saya)
|
Ka+senggol
|
Tersenggol
|
•
Kasenggol ku motor (tersenggol oleh
motor)
|
Ka+buka?
|
Terbuka
|
•
Bajuna kabuka? (Bajunya terbuka)
|
Ka+tutup
|
Tertutup
|
•
Bengeutna? katutup kaen (Mukanya tertutup
kain)
|
Ka+siram
|
Tersiram
|
•
Awakna? kasiram cai teh.(Badannya tersiram
air teh)
|
Ka+tumpuk
|
Tertumpuk
|
•
Hapena? katumpuk buku (HPnya tertumpuk
buku)
|
Ka+cium
|
Tercium
|
•
Kacium bau? hayam bakar (tercium
wangi ayam bakar)
|
Ka+gebug
|
Terpukul
|
•
Hulu na kagebug kai nu ageng (kepalanya terpukul
kayu besar)
|
Ka+piseleg
|
Tersedak
|
•
Kapiseleg cai bodas (tersedak air
putih)
|
Ka+inget
|
Teringat
|
•
Kainget sadulur di jawa (teringat
saudara di Jawa)
|
3. Prefiks Pembentuk Adverbia (Se-)
Prefika pembentuk adverbial se- juga
terdapat dalam bahasa Sunda, hanya saja prefiks tersebut berubah menjadi sa-.
Prefiks se- merupakan bentuk terikat dari esa yang maknanya adalah satu
dan juga sama. Ada beberapa kata dalam bahasa Sunda yang mendapat
prefiks se- yakni sebagai berikut:
Tabel 5
Sunda
|
Indonesia
|
Kalimat
|
Sa + Kamar
|
Sekamar
|
Abdi
sakamar jeung anjeun.(saya sekamar dengan kamu)
|
Sa + Imah
|
Serumah
|
Abdi
saimah jeung teteh.
(saya
serumah dengan kakak)
|
Sa + Bapak
|
Sebapak
|
Luhurna
sabapak.
(tingginya
sebapak)
|
Sa + Pinter
|
Sepintar
|
Abdi
mah teu sapinter anjuen.
(Saya
tidak sepintar kamu)
|
4. Prefiks di-
Prefiks
atau awalan di- yang dimaksud dalam makalah ini bukanlah yang bermakna penunjuk
tempat, melainkan prefiks yang bermakna verba bentuk pasif. Berikut beberapa
verba pasif dalam bahasa Sunda.
Tabel 6
Sunda
|
Indonesia
|
Kalimat
|
Di + cokot
|
Diambil
|
Bajuna
dicokot ku teteh
(bajunya
diambil kakak)
|
Di + beuli
|
Dibeli
|
Beas
dibeuli ku mamah di pasar
(Beras
dibeli ibu di pasar)
|
Di + gebugh
|
Dipukul
|
Jalmi
eta digebugh ku rampog.
(orang
itu dipukul perampok)
|
Di + inum
|
Diminum
|
Teu
Kenging diinum.
(Jangan
diminum)
|
5. Sufiks –Kan
Sufiks –kan dalam bahasa Sunda berubah
menjadi –keun. Sufik –keun dalam bahasa Sunda biasanya digunakan
dalam kalimat perintah. Pemakaian sufiks ini juga tidak merubah kata dasar. Berikut
contohnya:
Tabel 7
Sunda
|
Indonesia
|
Kalimat
|
Cokot+keun
|
Ambilkan
|
•
Cokotkeun baju teteh!
(Ambilkan
baju kakak!)
|
Asup+keun
|
Masukkan
|
•
Asupkeun ka kotak!
(Masukkan
ke kotak!)
|
Baca+keun
|
Bacakan
|
•
Bacakeun anu kuat!
(Bacakan
yang kuat!)
|
Buka+keun
|
Bukakkan
|
•
Bukakeun tutup botolna!
(Bukakan
tutip botolnya!)
|
Tutup+keun
|
Tutupkan
|
•
Tutupkeun gelasna?
(Tutupkan
gelasnya!)
|
Kocok+keun
|
Kocokkan
|
•
Kocokkeun endogna!
(Kocokkan
telurnya!)
|
Jeuleu+keun
|
Lihatkan
|
•
Jeuleukeun di dinya?
(Lihatkan
di situ!)
|
Meuli+keun
|
Belikan
|
•
Pang meulikan mamah beas di pasar!
(Tolong
belikan ibu beras di pasar!)
|
Jieun+keun
|
Buatkan
|
•
Jieunkeun teh anu amis.
(Buatkan
teh yang manis)
|
Puteur+keun
|
Putarkan
|
•
Puteurkeun bautna!
(Putarkan
bautnya)
|
Pake+keun
|
Pasangkan
|
•
Pakekeun baju adena!
(Pasangkan
baju adiknya!)
|
6. Sufiks -nya
Sufiks –nya yang bermakna
‘kepemilikan’ ternyata juga ada di dalam bahasa Sunda. Namun dalam bahasa Sunda
mengalami perubahan, yakni –nya menjadi -na. Untuk lebih jelasnya
perhatikan tabel berikut:
Tabel 8
Sunda
|
Indonesia
|
Kalimat
|
Beungeutna?
|
Wajahnya
|
• Beungeutna
geulis pisan euy.
(Wajahnya
cantik sekali)
|
Bajuna?
|
Bajunya
|
• Bajuna
apik pisan neng.
(Bajunya
bagus sekali)
|
Kertasna?
|
Kertasnya
|
• Kertasnya
kabakar nemari?.
(Kertasnya
terbakar kemarin)
|
Bukuna?
|
Bukunya
|
• Bukuna?
katinggaleun di bumi.
(Bukunya
tertinggal di rumah)
|
Jalmina?
|
Orangnya
|
• Jalmina
arageng pisan.
(Orangnya
besar-besar sekali)
|
Mejana?
|
Mejanya
|
• Mejana
laluhur.
(Mejanya
tinggi-tinggi)
|
Pintuna?
|
Pintunya
|
• Pintuna
tos ruksak.
(Pintunya
sudah rusak)
|
Calanana?
|
Celananya
|
• Calanana
kaagengan.
(Celananya
kebesaran)
|
Hirungna?
|
Hidungnya
|
• Hirungna
mancung.
(Hidungnya
mancung)
|
Caina?
|
Airnya
|
• Segeur
pisan caina di die mah.
(segar
sekali airnya di sini)
|
Bu’ukna?
|
Rambutnya
|
• Bu’ukna
larontok.
(Rambutnya
rontok-rontok)
|
7. Konfiks sa-….-na,
dan ka-…-an
Konfiks
sa-…-na dalam bahasa sunda ini merupakan perubahan dari konfiks se-…-nya
dalam bahasa Indonesia. Sebenarnya se-….-nya
dalam bahasa Indonesia tidak termasuk dalam konfiks, karena afiksnya tidaklah
tunggal. Konfiks adalah afiks tunggal yang terjadi dari dua unsur yang
terpisah. Dalam kata selamanya terbukti bahwa se-….-nya tidaklah tunggal. Keduanya dapat saling
dipisahkan menjadi selama. Namun dalam bahasa Sunda sa-…-na adalah bentuk tunggal dan tidak bisa
dipisahkan.
Sementara
itu konfiks Ka-…-an merupakan perubahan dari konfiks ke-…-an. Sama
halnya dalam bahasa Indonesia, ka-…-an ini adalah murni sebagai konfiks. Perhatikan
tabel berikut:
Tabel
9
Sunda
|
Indonesia
|
Kalimat
|
Salawasna?
|
Selamanya
|
•
Anjeuna mangkat salawasna. (Kamu pergi
selamanya)
|
Sapuasna?
|
Sepuasnya
|
•
Sogh atuh didahar
sapuasna. (Silahkan makan sepuasnya)
|
Sareusupna?
|
Sesenangnya
|
•
Sareuseupna waelah. (Sesenangnya sajalah)
|
Kaagengan
|
Kebesaran
|
•
Bajuna kaagengan (Bajunya kebesaran)
|
Kamalingan
|
Kemalingan
|
•
Imahna kamalingan (Rumahnya kemalingan)
|
Kabobolan
|
Kebobolan
|
•
Gawana kabobolan (Gawangnya kebobolan)
|
Kaasupan
|
Kemasukan
|
•
Matana kaasupan taneh. (matanya kemasukan
tanah)
|
Kabereuman
|
Kemerahan
|
•
Warnana kabeureuman (Warnanya kemerahan)
|
kahEjoan
|
Kehijauan
|
•
Warnana kahejoan (Warnanya kehijauan)
|
Kaamisan
|
Kemanisan
|
•
Tehna kaamisan (Tehnya kemanisan)
|
8. Awalan Akhiran
di-…-keun
Awalan akhiran di-…-keun merupakan
perubahan dari di-…-kan dalam bahasa Indonesia. Berikut kata-kata yang
mengalami afiksasi di-…-keun.
Tabel 10
Sunda
|
Indonesia
|
Kalimat
|
Diletikkeun
|
Dikecilkan
|
Bajuna kaagengan, musti diletikkeun
hela?.
(Bajunya kebesaran, harus
dikecilkan lebih dulu)
|
Diturunkeun
|
Diturunkan
|
Diturunkeun didie waelah.
(Diturunkan di sini sajalah)
|
Dijeunkeun
|
Dibuatkan
|
Dijeunkeun ku saha bajuna?
(Dibuatkan sama siapa
bajunya?)
|
B. KATA
MAJEMUK
Ada beberapa kata majemuk dalam
bahasa Sunda yang penulis temukan, di antaranya adalah sebagai berikut:
Tabel 11
Kata
Majemuk Bahasa Sunda
|
Indonesia
|
Mabok
Laut
|
Mabuk
laut
|
Geger
otak
|
Gegar
otak
|
Kurang
emam
|
Kurang
makan
|
Wani
sumpah
|
Berani
sumpah
|
Salah
denge?
|
Salah
dengar
|
Maju
mundur
|
Maju
mundur
|
Gulung
tiker
|
Gulung
tikar
|
Naek
Haji
|
Naik
haji
|
Lengit
ingetan
|
Hilang
ingatan
|
Pindah
lengen
|
Pindah
tangan
|
C. SIMPULAN
Berdasarkan uraian mengenai
morfosintaksis dalam bahasa Sunda, maka penulis mengambil kesimpulan, bahwa:
1. Bahasa
sunda memiliki morfem terikat, yang terdiri atas preposisi, konjungsi, partikel,
dan pelengkap.
2. Bahasa
sunda memiliki beberapa afiks, diantaranya prefiks, sufiks, konfiks dan afiks
gabungan. Sementara untuk infiks penulis belum menemukan.
3. Dalam
bahasa sunda terdapat reduplikasi dwipurwa hampir diseluruh kosakatanya.
Reduplikasi dwipurwa yakni pengulangan sebagian atau seluruh suku awal sebuah
kata.
4. Bahasa
Sunda juga memiliki beberapa kata majemuk.
DAFTAR PUSTAKA
Alwi,
Hasan., dkk. 2003. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (Edisi Ketiga). Jakarta:
Balai Pustaka.
Kridalaksana,
Harimurti. 2009. Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta : PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Pateda,
Mansoer. 2011. Linguistik (Sebuah Pengantar). Bandung: Angkasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar